Navigation

Rabu, Rajanya Besar Untung

OtO Bogor
Jakarta (HumorAtoZ) - Cocoklogi itu sendiri adalah humor, oleh karenanya, nama² hari di atas kami "Cocoklogikan" dari Nilai Keberuntungan Hari tersebut.


Rabu - Rasanya Begitu Uenak (EW), singkatan Rabu lainnya, antara lain :

  • Rasanya Aku Butuh Uang
  • Rasanya Selalu Butuh Kamu
  • Relakan Masa Lalu, Semangat Memulai Kisah yang Baru
  • Rasa Sayangku Kini Bukan Untukmu

Abu Nawas yang Selalu Untung Besar

Abu Nawas dan istrinya sedang mengalami kesulitan ekonomi.


Sementara harta satu²nya yang berharga adalah Keledai.


Dengan berat hati Abu Nawas, berkehendak menjual Keledainya ke pasar.menuju pasar, ternyata Abu Nawas harus menghadapi 4 orang penipu yang telah mengetahui keadaan dan kondisi Abu Nawas, dan mereka langsung membuat rencana jahat.


Saat Abu Nawas beristirahat di bawah pohon, salah satu dari mereka mendekat dan berkata,


Orang pertama dari keempat penipu tersebut bertanya kepada Abu Nawas, "Apa kamu mau  jual kambingmu?".


Abu Nawas heran mendengar pertanyaan tersebut. "Ini Keledai" kata Abu Nawas.


"Kambing…, koq kamu bilang Keledai" kata penipu itu menimpali.

"Coba saja kamu tanyakan kepada orang di pasar" ujar penipu itu kemudian berlalu.


Abu Nawas masih belum terpengaruh, ia pun meneruskan perjalanannya.


Ketika Abu Nawas sedang menunggang keledai, orang kedua dari komplotan penipu tersebut pun menghampirinya dan berkata, "Koq kamu naik kambing" tanya penipu kedua tersebut.


Abu Nawas menjawab "Ini bukan kambing, ini keledai".


"Kamu nih aneh, Kambing koq dibilang Keledai" tegas penipu kedua itu.

 Abu Nawas tanpa ragu, ia pun meneruskan perjalanannya.


"Kalau kamu tidak percaya, pergilah ke pasar dan tanyakan kepada orang di pasa" tukas penipu kedua sambil berlalu.


Abu Nawas masih belum terpengaruh, dan tetap berjalan menuju pasar.


Pencuri yang ketiga menghampiri Abu Nawas dan berkata, "Hai Abu Nawas, mau engkau bawa kemana kambing itu?"


Kali ini Abu Nawas tidak segera menjawab, ia pun mulai merasa ragu. Sudah tiga orang yang menyebut hewan yang ditungganginya itu adalah kambing.


Penipu ketiga pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia semakin menyerang alam bawah sadarnya Abu Nawas.


"Apapun alasanmu untuk meyakiniku, bahwa itu adalah Keledai, aku masih sadar, kalau itu adalah kambing ya kambing…."


Terlihat Abu Nawas turun dari Keledai, dan tampak mulai ragu.


Lagi² karena pasarnya begitu jauh dari rumahnya, apalagi dalam pikirannya, ia tidak tega harus menunggang Kambingnya..


Abu Nawas pun berhenti lagi, untuk sejenak beristirahat di bawah pohon.


Kesempatan inilah digunakan oleh penipu keempat, untuk menuntaskan strategi mereka. Sang penipu  duduk di samping Abu Nawas, dan mengajaknya berbincang.


Dengan basa-basi membuka pembicaraan "Bagus sekali Kambingmu".

Kali ini justru Abu Nawas sendiri yang ingin meyakini dirinya sendiri, dengan menanyakan ke penipu tersebut, untuk mencari second oppinion… "Kamu yakin ini kambing?" tanya Abu Nawas.


Penipu tersebut menjawab dengan pertanyaan yang meyakinkan… "Jelas lah hewan ini kambing, memang kamu lihatnya kucing???" tanya penipu itu meyakinkan.


"Kebetulan aku sedang ingin membeli kambing...Kalau boleh aku ingin membelinya".


Abu Nawas yang yakin bahwa Kekedainya itu Kambing, langsung sumringah menanyakan balik "Berapa harga tawaran tertinggimu???"


"Tiga dirham!" jawab sang penipu.


Abu Nawas pun langsung menyetujuinya.

Abu Nawas segera pulang ke rumah, setelah menerima uang hasil penjualannya. Sesampainya di rumah, istrinya langsung berang kepada Abu Nawas. 

"Jadi Keledai kita kamu jual dengan harga tiga dirham, hanya karena mereka bilang keledai itu adalah kambing???".

Abu Nawas hanya terdiam, dan mendengarkan kemarahan istrinya, sambil menahan rasa kesal. Kini ia baru menyadari, bahwa dirinya telah diperdaya oleh komplotan penipu.

Kini Abu Nawas merencanakan untuk membuat tongkat ajaib, untuk menghasilkan uang, yang pada akhirnya, tongkat kayu itu pun selesai dibuatnya.

Hingga satu saat tongkat Abu Nawas menjadi buah bibir dimana-mana. Yang pada akhirnya terdengar pula oleh komplotan penipu yang telah membeli Keledai Abu Nawas, dan mereka pun merasa tertarik dengan tongkat tersebut.

Bahkan mereka melihat sendiri, saat Abu Nawas membeli barang, atau makan tanpa membayar, dan hanya mengacungkan tongkatnya saja.

Akhirnya mereka mendekati Abu Nawas, dan menanyakan "Apa tongkatmu akan dijual?" tanya sang penipu.

"Tidak" jawab Abu Nawas dengan tegas.

Penipu itu pun terus merayunya, "tapi kami ingin membeli dengan harga tinggi" jelas penipu tersebut.
"Berani berapa memangnya?" Tanya Abu Nawas berlaga merasa tertarik.

"Seratus dinar uang emas" mereka tanpa ragu menawarkan.

Abu Nawas terdiam beberapa saat, seolah merasa keberatan. Walaupun dengan seratus Dinar, dirinya bisa hidup enak, dan "Baiklah kalau begitu" kata Abu Nawas sambil memberikan tongkat tersebut.

Setelah menerima seratus dinar uang emas, Abu Nawas segera pulang. Komplotan pencuri itu pun segera mencari warung untuk membuktikan keajaiban tongkat tersebut.

Selesai mereka makan di warung tersebut, mereka mengikuti gaya Abu Nawas dengan mengacungkan tongkat ajaib buatan Abu Nawas kepada pemilik warung.

Tanpa mengindahkan atraksi 4 penipu tersebut, pemilik warung menagihkan jumlah makanan yang telah disantap dengan lahap oleh ke 4 penipu tersebut.

Sontak keempat penipu menegaskan "bukankah dengan mengacungkan tongkat ini, Abu Nawas dibebaskan dari pembayaran?"

Pemilik warung pun menjelaskan "hal tersebut karena Abu Nawas sudah menitipkan sejumlah uang sebelumnya kepadaku untuk makan disini!".

Keempa penipu tersebut tersadarkan, bahwa kini giliran mereka yang tertipu, dan bahkan jauh lebih besar.

Pesan dari Humor ini adalah, besarnya pengaruh alam bawah sadar seseorang.

Video Lucu ada di IG : @humoratoz

Kembali ke Warta Hari Rabu dan Keberuntungan Anda ?!?


OtO Bogor


Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa


Share
Banner

matahatinews

Post A Comment:

Cari Artikel